Selasa, 17 Januari 2012

1 komentar


Slang of the day:  scared stiff
Meaning:  so frightened that you are unable to move
Usage:  I was scared stiff when I saw who was at my door.
Dialog: 
Mandy – Did you hear the wind howling last night from the hurricane?
Angie – I sure did, I was scared stiff.  How about you?
Mandy – Not me, I went to the beach to watch the waves.
Angie – You are nuts.
Mandy – Yup.

Senin, 12 Desember 2011

Ways to say Thanks!

0 komentar

There are a gazillion ways to say thank you! Here are a few of popular ones.
Thanks a milllion!
Thanks a bunch!
You rock!
I appreciate what you’ve done for me.
You are the bomb. (or You are da bomb.)
Many thanks.
Much gratitude.
I’m in your debt.
I owe you one.
Which is your favorite way to say thanks?

Minggu, 11 Desember 2011

Pinch, Poke, You Owe Me A Coke!

0 komentar

Pinch, poke, you owe me a coke. 
Have you ever heard that phrase?  It’s a silly thing some kids say (and some adults too), when two people say the exact same thing at the same time.
For example:
Person A and person B both say at the same time: “Glee is my favorite TV show.”
Then, Person A (or B) will quickly say, “Pinch, poke, you owe me a coke.” 
Sometimes with kids there might be a little pinching or poking, but nothing serious.  And rarely does anyone ever really get a free coke. :-)

Selasa, 29 November 2011

I Could Eat A Horse

0 komentar

Here are some ways to say “I’m hungry!” in English.
I’m famished
I’m so hungry, I could eat a horse.
I’ve got the munchies!
I’m starved.
I’m craving XXX. (When you are hungry for something specific.)
I’ve got a hankering for XXX. (What you are hungry for something specific.)
Leave a comment and let me know what your favorite way to say you’re hungry is or let me know what your favorite food is.

Selasa, 22 November 2011

Hey You!

0 komentar

If you want to get someone’s attention – “Hey You!” Is probably not the most polite way to go about it, but it would work.
An extremely polite way to get someone’s attention is to say:
I beg your pardon, sir.
I beg your pardon, ma’am.
I beg your pardon, miss.
(However, I rarely (if ever) hear people say these where I live.)
A typical and still polite way to get someone’s attention is to say:
Excuse me, sir.
Excuse me, ma’am.
Excuse me, miss.
(Adding sir, ma’am or miss at the end make it more polite. You don’t have to use them though.)
If you’d like to get the attention of a friend, you can simply say their name.
“Sally…”
You can also use “hello” or “hi” as a way to get someone’s attention.
Another way is to get someone’s attention is to clear your throat. (But, you have to be close enough to the person for them to hear it).
If you are trying to get the attention of a whole group of people, you could whistle, if you can. Or, you can say, “Listen up!”

Senin, 21 November 2011

What's Up!

0 komentar


There are so many different ways to greet people in English. There is the simple “Hello.” The friendly, “Hi!” or the extremely casual “Hey!” Then you can go to the opposite spectrum and say, “How do you do?” A lot of Americans would look at you funny if said that. Most would probably say in response, “I’m fine, thanks.” However, the correct response is “How do you do?” I guess that shows that Americans don’t use that greeting very much.
Other phrases you can use are, “What’s up?”, “Waz up?” or “How’s it going?” These are used with people you know pretty well. With people you don’t know as well, you can ask, “How are you doing?”
And for saying “Good-bye”, you can say that or, “bye”, “see ya”, “see you later” or to really young kids you can say, “bye-bye.” If you have close friends you can say, “later” or “laters.”
As you can see, there are tons of options in Enlish for greetings and for saying goodbye. Just be careful not to tell your grandma, “Waz up?”

Minggu, 20 November 2011

Break A Leg

0 komentar

Meaning : Good luck

Dialog :

Sam : I have an important exam today. 

Brian : Break a leg! 

Senin, 14 November 2011

All Ears

0 komentar
http://healingmenieres.files.wordpress.com/2010/11/all_ears_123095.jpg
Meaning : to listen carefully and attentively.

Usage : The students are all ears when the teacher speaks.

Dialog :

Jeff : What did she say?

Mark : Sssshhh....I'm all ear on her.

Kamis, 10 November 2011

Windbag

0 komentar


Meaning : someone who won't stop talking and is boring.

Usage : She's totally a windbag when it comes to talking about Harry Potter.

Dialog :

Tracie : Do you like Harry Potter?

Julie : I do love it! Deadly Hallows is my fav. Do you know when Harry .....

Jim (whispering to Tracie) : You just asked a stupid question. She's such a windbag while talking about Harry Potter.

Rabu, 09 November 2011

Butterflies in My Tummy

0 komentar

Meaning : nervous

Usage : Yesterday, Sally walked into the class room with butterflies in her tummy because she's the new student in that class.

Dialog :

Jim : Why are you sweating?

Susan : I am gonna have the test this morning and I didn't study last nite. I feel butterflies in my tummy.

On The Same Page

0 komentar


Meaning : have the same idea or opinion about something.

Usage : I am thinking about having dinner, are you on the same page?

Dialog :

Tim : Look at that girl. She's kinda pretty.

Jack : I don't think so. She's not that pretty.

Tim : How can you say that? Look at her hair, her style, and her eyes are beautiful.

Jack : Are we on the same page? I'm talking about the girl in red.

Tim : My eyes on the blue one.

Senin, 07 November 2011

Stud Muffin

0 komentar
Do you think that guy is a stud muffin?

Meaning: a very attractive man.

Usage : Robert Pattinson is such a stud muffin!

Dialog:

Julie - What do you think of that boy sitting at the corner? 
Ann - The one with the silly hair style? 
Julie - Yes, but I don't think it is silly. It's cool. He's such a stud muffin for me.

Senin, 02 Mei 2011

Tips meningkatkan kemampuan listening TOEFL

0 komentar
Bagi teman-teman yang merupakan scholarship hunter mungkin sudah sangat familiar sekali dengan yang namanya TOEFL (Test of English as Foreign Language). Dikoordinasikan dibawah ETS (http://www.ets.org/), TOEFL sekarang ini sudah menjadi syarat mutlak bagi seseorang yang ingin apply suatu beasiswa. Jika dibandingkan dengan saudaranya IELTS, penggunaan TOEFL sebagai salah satu ukuran standar kemampuan bahasa inggris sudah diakui dan umum dihampir semua negara.

Berkaitan dengan score TOEFL, biasanya tiap-tiap universitas memiliki standar yang berbeda-beda. Ada yang mensyaratkan cukup 500 (PTN dalam negeri), 550 (nilai min standar), 580 atau bisa juga diatas 600 terutama untuk program-program tertentu seperti MBA.

Terlepas dari berapa score TOEFL yang dibutuhkan, sebenarnya TOEFL ini termasuk ujian yang gampang-gampang susah untuk ditaklukkan. Bagi kebanyakan orang dari beberapa section ujian TOEFL, listening adalah section yang paling berat. Sepertinya susah sekali mencuri angka di section ini, beda halnya dengan section lain terutama structure dan reading. Untuk structure dan reading mungkin bisa kita antisipasi dengan banyak belajar dan latihan, persiapan satu dua bulan bisa dirasa cukup untuk mendapatkan score yang bagus disection ini. Bisa lah kita katakan, semakin banyak latihan dan persiapan maka semakin besar peluang untuk mencuri angka.

Tapi bagaimana dengan listening? sepertinya susah sekali, meskipun kita sudah berusaha latihan sekuat tenaga sampai telinga ini mau pecah dengerin obrolan-obrolan di kaset/ CD tetap aja susah untuk mendapatkan point. Padahal untuk mendapatkan nilai TOEFL diatas 600, keberhasilan di section ini sangat menentukan sekali. Tidak hanya bisa bergantung pada section yang lain saja (structure & writing). Biasanya jika seseorang itu hanya mengandalkan section structure & reading (PBT), score TOEFL yang diperoleh umumnya hanya berkisar antara 550-570.

Sedikit berbeda dengan section yang lain, kemampuan listening tidak bisa ditingkatkan hanya dalam waktu singkat. Perlu tahap dan proses yang berangsur-angsur sampai seseorang itu benar-benar mampu untuk memilah kata yang didengar dengan baik.

Memulai belajar listening secara bertahap semenjak bangku kuliah adalah cara yang tepat. Disamping task yang tidak terlalu banyak hanya berkutat di study, konsentrasi dan daya serap otak juga masih fresh. Jadwal kuliah yang padat juga tidak menjadi masalah, kita bisa lah mencuri waktu 1 atau 2 jam sehari untuk belajar listening.

Justru pola belajar yang berangsur-angsur seperti ini lebih baik dibanding persiapan instensif 3 bulan.

Bagaimana dengan materi listening? biasanya kita susah sekali untuk mendapatkan materi listening yang cukup. Hanya bermodal kaset Barron, Cliff atau buku-buku terbitan lokal. Geli juga mendengar beberapa orang teman yang menanyakan hal ini. Padahal di internet sekarang ini banyak sekali media website yang menyediakan materi-materi listening yang siap untuk di download setiap saat. Gratisss lagi.

Misalnya saja voanews.com (http://voanews.com) menyediakan materi listening dalam bentuk berita yang dapat didownload. Jumlahnya materinya banyak sekali, rata-rata untuk setiap berita yang di keluarkan oleh VOA selain ditampilkan dalam format .html website, biasanya juga disediakan file .mp3 nya yang bisa kita download. Jadi kita bisa dengar berita sambil belajar bahasa inggris. Klo teman-teman ada yang bingung dengan kosa kata yang didengar, kita tinggal lihat aja di transcript berita.

Saking dedicatednya :-B, VOA juga menyedikan website khusus untuk pemula yang ingin belajar bahasa inggris. Namanya VOA Special English (http://www.voanews.com/specialenglish/index.cfm). Disini materi berita listening disediakan dalam tempo lambat mungkin sekitar 3/4 lebih lambat dibanding conversation standard. Jadi kita bisa lebih fokus untuk mencoba memilah kata. Untuk awal Special English adalah pilihan yang tepat, jika sudah mulai terbiasa coba naik level dengan mendengarkan materi listening berita yang ada di VoaNews nya sendiri dengan tempo standar.

So gampang kan? dari segi materi bisa dikatakan tidak ada masalah. Tinggal kemauan dan komitmen disini, karena kembali lagi ke awal pembicaraan, kemampuan listening bukan hal yang ditingkatkan dalam waktu singkat. So butuh kesabaran dan konsistensi juga.

BBC juga menyediakan materi listening dalam bentuk berita yang juga dapat didownload. Tapi karena basenya Inggris, tentu pelafalan dan kosa katanya sedikit berbeda. Mungkin untuk teman-teman yang mau belajar IELTS dapat menjadi source yang bagus.

http://kalenderbeasiswa.com/learning/english/item/?lid=1&iid=10

Rabu, 06 Oktober 2010

GRATIS,. Cuma di FUN English,.

0 komentar

Ingin tahu cara belajar Bahasa Inggris dengan metode baru yang menyenangkan??
Ikutan aja FUN TRIAL CLASS, GRATIS...

 

Jl.  Kaliurang km 14, Degolan, (Utara Kampus UII)

Telp. (0274) 8540605

Email: funenglish_jogja@yahoo.com 

Buruan aja langsung daftar dan ikuti kelas bahasa Inggris yang asyik dan menyenangkan......

It's fun to learn English..

Kamis, 23 September 2010

Senin, 23 Agustus 2010

One of the longest words in the english language without the letter E is Floccinaucinihilipilification. It means the act of declaring something worthless.

0 komentar
The word was derived from a grammar book that listed four different Latin words that all roughly meant "of little or no value" (floccus, pilus, nihil, and nauci). There were strung together with "-fication" into one word as a joke. Fittingly, we now have an unnecessarily long, pointless word that describes the act of deciding that something is totally and absolutely valueless.
Think you can use it in a sentence? Its first recorded use was in 1741 by poet William Shenstone:
“I loved him for nothing so much as his flocci-nauci-nihili-pili-fication of money.”
More recently it was used by the late Senator Jesse Helms in 1999:
“I note your distress at my floccinaucinihilipilification of the CTBT [Comprehensive Test Ban Treaty”.

Minggu, 22 Agustus 2010

Minggu, 01 Agustus 2010

ASAL USUL BAHASA INGGRIS

0 komentar
Asal usul bahasa Inggris bermula dari lahirnya bahasa Inggris di pulau Britania kurang lebih 1.500 tahun yang lalu. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-Frisia yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari beberapa bagian barat laut daerah yang sekarang disebut Belanda dan Jerman. Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal-usul beragam kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat akhirnya yang berdominasi. Lalu bahasa Inggris Kuno yang asli kemudian dipengaruhi oleh dua gelombang invasi.
Gelombang invasi pertama adalah invasi para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukkan dan menghuni beberapa bagian Britania pada abad ke-8 dan ke-9.
Lalu gelombang invasi kedua ini ialah suku Norman pada abad ke-11 yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua invasi ini mengakibatkan bahasa Inggris “bercampur” sampai kadar tertentu (meskipun tidak pernah menjadi sebuah bahasa campuran secara harafiah).
Hidup bersama dengan anggota sukubangsa Skandinavia akhirnya menciptakan simplifikasi tatabahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.
Bahasa Inggris Purba (Bahasa Inggris Proto) :
Suku-sukubangsa Jermanik yang memelopori bahasa Inggris (suku Anglia, Saxon, Frisia, Jute dan mungkin juga Frank), berdagang dengan dan berperang dengan rakyat Kekaisaran Romawi yang menuturkan bahasa Latin dalam proses invasi bangsa Jermanik ke Eropa dari timur. Dengan itu banyak kata-kata Latin yang masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebelum mereka mencapai pulau Britania. Contohnya antara lain adalah camp (kamp), cheese (keju), cook (memasak), dragon (naga), fork (porok, garpu), giant (raksasa), gem (permata), inch (inci), kettle (ketel), kitchen (dapur), linen (kain linen), mile (mil), mill (kincir angin), noon (siang), oil (oli, minyak), pillow (bantal), pin (paku), pound (pon), soap (sabun), street (jalan), table (meja), wall (tembok), dan wine (anggur). Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain seperti kata-kata: anchor (jangkar), butter (mentega), cat (kucing), chest (dada), devil (iblis), dish (piring, makanan), dan sack (saku).
Menurut Anglo-Saxon Chronicle, sekitar tahun 449, Vortigern, Raja Kepulauan Britania, mengundang “Angle kin” (Suku Anglia yang dipimpin oleh Hengest dan Horsa) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku Pict. Sebagai balasannya, suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris. Lalu pertolongan selanjutnya dibutuhkan dan sebagai reaksi “datanglah orang-orang dari Ald Seaxum dari Anglum dari Iotum” (bangsa Saxon, suku Anglia, dan suku Jute). Chronicle ini membicarakan masuknya banyak imigran atau pendatang yang akhirnya mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah heptarchy. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar cerita ini merupakan legenda dan memiliki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi dewasa ini (Myres, 1986, p. 46 dst.), terutama setelah diterima bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan bahasa Frisia daripada bahasa salah satu sukubangsa yang disebut di atas ini.
[sunting] Bahasa Inggris Kuno
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bahasa Inggris Kuno
Para pendatang yang menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkan bahasa Keltik. Bahasa Keltik akhirnya bisa lestari di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang dipertuturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama bahasa Inggris Kuno, dan akhirnya bahasa Anglo-Saxon. Kemudian hari, bahasa ini dipengaruhi bahasa Jermanik Utara; bahasa Norwegia Kuna yang dipertuturkan oleh kaum Viking yang menginvasi dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris (lihat Jórvík). Para pendatang yang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak dengan orang-orang Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal). Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah fragmen wiracarita “Beowulf”. Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.
Kemudian introduksi agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.
Selain ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada Abad Pertengahan awal.
Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan Penaklukan Norman, ketika bahasa Inggris secara drastik dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek bahasa Perancis.
Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern. Menurut Lois Fundis, (Stumpers-L, Jum’at, 14 Des 2001)
* “The first citation for the second definition of ‘Anglo-Saxon’, referring to early English language or a certain dialect thereof, comes during the reign of Elizabeth I, from an historian named Camden, who seems to be the person most responsible for the term becoming well-known in modern times.”
* “Kutipan pertama untuk definisi kedua ‘Anglo-Saxon’, merujuk pada bahasa Inggris awal atau dialek tertentu dari bahasa ini, muncul selama pemerintahan Elizabeth I, dari seorang sejarawan bernama Camden, yang kelihatannya menjadi orang paling bertanggung jawab untuk menjadi terkenalnya istilah ini pada masa modern.”
Bahasa Inggris Pertengahan :
Selama 300 tahun setelah invasi kaum Norman di Britania pada tahun 1066, raja-raja Norman dan kaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Perancis dialek Norman saja yang disebut dengan nama bahasa Anglo-Norman. Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. Sementara Anglo-Saxon Chronicle tetap ditulis sampai tahun 1154, sebagian besar karya sastra lainnya dari masa ini ditulis dalam bahasa Perancis Kuna atau bahasa Latin.
Sejumlah besar kata-kata Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyak sinonim (sebagai contoh diambil ox/beef (sapi), sheep/mutton (kambing), dan lain-lain). Pengaruh Norman ini memperkuat kesinambungan perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abad selanjutnya dan menghasilkan sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah bahasa Inggris Pertengahan. Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek unik tatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah continuous tense dengan imbuhan atau sufiks -ing.
Ejaan bahasa Inggris juga dipengaruhi bahasa Perancis pada periode ini. Bunyi-bunyi /θ/ dan /ð/ sekarang dieja sebagai th dan bukan dengan huruf Inggris Kuno þ and ð, yang tidak ada dalam bahasa Perancis.
Selama abad ke-15, bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi. Perubahan ini disebut sebagai The Great Vowel Shift (“Pergeseran Vokal Besar”), dan dimulai dengan penyebaran dialek London bahasa Inggris yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak. Bahasa Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa William Shakespeare. Penulis ternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialah Geoffrey Chaucer, dengan karyanya yang terkenal The Canterbury Tales.
Banyak sumber sezaman menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasi kaum Norman, sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasa Inggris. Bahasa Perancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, Orderic Vitalis, seorang sejarawan yang lahir pada tahun 1075 dan seorang anak ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanya mempelajari bahasa Perancis sebagai bahasa kedua.
Sastra Inggris mulai muncul kembali pada sekitar tahun 1200 Masehi ketika perubahan iklim politik dan jatuhnya bahasa Anglo-Norman membuat hal ini lebih bisa diterima. Pada akhir abad tersebut, bahkan kalangan kerajaan sudah berganti menuturkan bahasa Inggris. Sedangkan bahasa Anglo-Norman masih tetap dipakai pada kalangan tertentu sampai agak lama, namun akhirnya bahasa ini juga tidak merupakan bahasa hidup lagi.
Bahasa Inggris Modern Awal :
Mulai dari abad ke-15, bahasa Inggris berubah menjadi bahasa Inggris Modern, yang seringkali ditarikh bermula dengan Great Vowel Shift (“Pergeseran Bunyi Besar”).
Setelah itu bahasa Inggris mulai banyak mengambil kata-kata pungutan dari bahasa-bahasa asing, terutama bahasa Latin dan bahasa Yunani semenjak zaman Renaisans. Karena banyak kata-kata dipinjam dari bahasa yang berbeda-beda, dan ejaan bahasa Inggris bisa dikatakan tidak konsisten, maka risiko pelafazan salah kata-kata cukup tinggi. Namun sisa-sisa dari bentuk-bentuk yang lebih kuna masih ada pada beberapa dialek regional, terutama pada dialek-dialek di West Country.
Pada tahun 1755 Samuel Johnson menerbitkan kamus penting bahasa Inggris pertama, yang berjudul Dictionary of the English Language.

http://rudisony.wordpress.com/2010/06/18/asal-usul-bahasa-inggris/

Selasa, 20 Juli 2010

Lowongan Pekerjaan

0 komentar

Jumat, 16 Juli 2010

French may be the language of love, but that's not what makes it a "Romance language". Here's what does:

0 komentar
The Romance languages (e.g. Spanish, Italian, French, Portuguese, Romanian) all began as dialects of Latin. Latin was the language of the Roman Empire (hence, Romance).

You'll notice that the Romance languages have a lot of similar words. This is because they share a common origin: Latin.